Meskipun sudah ada platform penggantinya, ArcView 3.x masih tetap banyak digunakan oleh pengguna software keluaran ESRI. Mungkin karena lebih ringan dan sederhana dibandingkan dengan ArcGIS, ArcView 3.x masih tetap diminati. Belakangan ini sedang marak software portable. Umumnya sih software yang dibuat portable berupa utility yang ringan-ringan, internet browser, office, dll. Namun ternyata ada juga yang membuat software GIS portable seperti ArcView, MapInfo, Autocad, dll. Namun karena kebutuhan setiap orang itu berbeda, saya menilai software portable yang ditawarkan tidak dapat saya gunakan karena tidak memuat tools/ekstensi yang saya pakai. Karena tujuan penggunaan software GIS berbeda, praktis tidak bisa dibuat software ArcView 3.x portable yang menjawab semua kebutuhan. Oleh karena itu, mengapa tidak membuat ArcView portable sendiri. Kita bisa membuat ArcView portable yang memiliki utiliti/ekstensi yang kita perlukan (serta membuang yang tidak diperlukan).
Berikut adalah tahapan yang bisa digunakan untuk membuat ArcView 3.x portable.
1. Download perangkat lunak pembuat Poratle Apps.
Saya gunakan Thinstall.VS.v3.348.0.0
Download Thinstall.VS.v3.348.0.0 di Ziddu, atau di
Download Thinstall.VS.v3.348.0.0 di Bizhat
2. Siapkan OS Windows yang clean.
Lebih baik gunakan yang baru fresh diinstal, belum ada aplikasi macam-macam. Saya sangat menyarankan untuk mengugnakan OS Windows di Virtual Machine, misalnya menggunakan VirtualBox atau virtual machine lainnya. Jika anda memilih melakukan GHOST komputer anda ke saat fresh install window pun tidak masalah.
3. Install Thinstall.VS.v3.348.0.0 yang sudah didownload pada Langkah 1.
4. Jalankan Thinstall.VS.v3.348.0.0
5. Lakukan Pre-Scan

Klik pada tombol Start >> pada gambar di atas
6. Tentukan Drive yang registrinya akan di Scan

Pada gambar di atas misalya dipilih drive C
7. Jendela Thinstall Jangan ditutup. Install ArcView dan semua ekstensi yang diperlukan.
- Instal ArcView seperti biasa
- Masukan lisensi sebagaimana mestinya
- Install ekstensi 3D Analyst, Spatial Analyst, Network Analyst, Image Analyst jika diperlukan
- Copy paset file-file ekstensi (AVX) yang biasa digunakan ke folder EXT32. Misalnya XTools, X-ArcInfo, ET36, dsb. Daftar AVX yang sering digunakan contohnya dapat dilihat di The Most Used ArcView 3.x Extensions.
- Jika perlu restart saat instalasi, lakukan restart. Aplikasi Thinstall jangan ditutup, biarkan saja terbuka.
- Test ArcView sampai yakin bahwa semua fungsi berjalan sempurna tanpa harus ada konfigurasi dll.
- Sebagai catatan, jika ArcView sudah dibuat portable Apps, kita sudah tidak bisa mengubahnya kembali. Jadi jika terpikir ingin ekstensi tertentu, pasanglah sekarang.
- Jika kita sudah restart, di Thinstall akan ada pilihan apakah akan membuat snapshot baru atau tidak. Pilihlah Load Previously stored snapshot and continue installation process.
- Jika paket data ingin dimasukan, misal untuk latihan atau workshop, simpan data di direktori tempat ArcView diinstal.
- Jika ArcView sudah terinstal dan berjalan sempurna. Lanjutkan tahapan berikutnya.
8. Lakukan Post-Install Scan

9. Pilih software-software yang berhubungan dengan ArcView.
Perlu diperhatikan bahwa untuk menjalankan keseluruhan fungsinya, ArcView sangat tergantung kepada EXE lain. Sehingga pada langkah ini perlu dipilih dengan teliti. Sangat disarankan pada saat melakukan installasi ArcView, lakukan semua tahapan sesuai prosedur. Termasuk jika ArcView meminta restart, maka lakukanlah.

Pada gambar di atas, jangan lupa set Primary Data Container sebagai tempat penyimpanan semua file yang diperlukan. Saya pilih ArcView GIS 3.3.exe.
10. Pilih direktori tempat menyimpan file paket
11. Setup Capture Complete.
Jika mendapat pesan ini, proses pembuatan ArcView 3.x portable masih belum selesai. Yang kita lakukan hanya mengumpulkan semua file yang diperlukan agar ArcView 3.x berjalan dalam folder tempat paket disimpan pada Langkah 10. Perlu dilakukan beberapa tahapan berikut.
12. Buka folder tempat menyimpan paket
13. Edit file Package.ini (Jika perlu)

Edit file Package.ini dengan NOTEPAD. Salah satu web menyarankan melakukan edit file Package.ini ini sbb
- Ganti CompressionType=None dengan CompressionType=Fast
- Ganti DirectoryIsolationMode=WriteCopy dengan DirectoryIsolationMode=Merged
14. Salin file #attributes yang ada di folder %Desktop% ke folder yang terdapat file build.bat
15. Jalankan buil.bat
Proses ini adalah yang paling lama. Tunggu sampai proses BATCH berupa layar hitam putih selesai.
16. Dapatkan file ArcView Portable di folder BIN.
Di folder BIN akan ada beberapa file EXE.

17. Copy isi folder BIN ke tempat anda ingin menyebutnya sebagai ArcView 3.3 Portable.
18. Test ArcView 3.x Portable yang telah dibuat.
Lakukan test di berbagai tipe windows, XP berbagai SP, atau Vista sehingga kita tahu apa batasan portable apps yang telah dibuat.
Sebagai gambaran, waktu pembuatan ArcView yang saya lakukan kira-kira sekitar 1 jam. Waktu yang paling lama adalah membuat virtual OS dan menginstal Window di dalamnya (meskipun tidak harus dengan virtual OS).
Selamat mencoba
Sumber : http://www.raharjo.org/rsgis/membuat-arcview-3x-portable-dengan-thinstall.html
Digitasi Peta dengan ArcView
Digitasi adalah proses merubah data analog (peta kertas) ke dalam format digital (peta digital). Ada beberapa tahapan dalam proses digitasi, antara lain:
2. Setelah peta hasil scan (citra) berhasil ditampilkan, tahapan berikutnya adalah mengrektifikasi/ meregister citra. Tujuannya adalah untuk memberikan skala yang benar pada citra dengan jalan memberikan koordinat bumi (koordinat geografi atau UTM) kepada citra. Hal ini berguna untuk keperluan penghitungan jarak dan luas dengan benar. Caranya adalah dengan mengaktifkan extention register and transform dari menu File -> extention -> register and transform tool
Setelah itu
selanjutnya
selanjutnya
3. Gambar (image) dapat digunakan sebagai background untuk mendigitasi layer atau theme sesuai thema dari background.
4. Untuk meregister file gambar (image) yang lain dengan menggunakan tekhnik register image (pada view in) to image (pada view out). Dengan catatan bahwa dua image tersebut mencakup daerah yang sama
5. langkah ke lima
6.Simpan koordinat tersebut dengan menekan Write World File. Simpan dengan nama yang sama dengan image yang diregister.
7. Setelah peta hasil scan sudah direktifikasi kemudian mulai mendigit dengan membedakan tiap jenis data yang akan didigit (data titik/point, data garis/line dan data area/polygon). Caranya adalah dengan memilih menu View à New Theme
langkah selanjutnya
8. Khusus untuk mendigit LINE dan POLYGON sebelum mulai menggambar terlebih dahulu diatur Snap Distance-nya, hal ini berguna untuk menyambung garis secara otomatis dalam radius Snap yang dibuat. Caranya yaitu mengaktifkan tombol Snap Distance (di dalam kanvas putih klik kanan tahan kemudian posisikan pada Enable General Snapping), setelah itu akan muncul tombol klik tombol tersebut untuk membuat jarak radius.
9. Setelah itu mulai mendigit kenampakan satu persatu sesuai theme/temanya. Caranya dengan menelusuri (tracking) obyek titik, garis atau poligon. Beberapa fungsi lain seperti pan, zoom out, zoom in, undo, delete last point dsb. Dapat diperoleh dengan jalan klik kanan mouse di dalam kanvas obyek.
10. Menggunakan fasilitas menu Edit pada saat mendigitasi peta terutama pada digitasi dua polygon.
Sumber : http://kristinabanana.wordpress.com/category/penggunaan-arcview/
Membuat Project di ArcView
Akan saya jelaskan bagaimana caranya
File -> New Projet
Akan didapat Project baru dengan nama Untitled.Apr
1. Click New pada dokumen View
2. Clck tombol add atau dari menu pilih View -> add Theme atau Ctrl-T
3. Browse




4. Buat On thema yang baru dan aktifkan5. Dari menu View ->Properties, untuk menyatakan map units peta
Map units adalah satuan koordinat ketika peta dibangun, apabila tidak diisi maka skala peta tidak diktahui
Distance units adalah satuan yang ditampilkan saat dilakukan pengukuran
Dari menu View ->Properties, untuk menyatakan map units peta.

http://kristinabanana.wordpress.com/category/penggunaan-arcview/











